Kamis, 02 Januari 2014

ASUHAN KEBIDANAN SELAMA PERSALINAN NORMAL


Tindakan yang dilakukan pendamping persalinan (keluarga/bidan) pada kala I:
Tindakan
Deskripsi dan keterangan
Menghadirkan orang yang dianggap penting oleh ibu seperi suami, keluarga dekat atau teman
Dukungan yang dapat diberikan :
Mengusap keringat
Menemani/membimbing jalan-jalan (mobilisasi)
Memberikan minum
Merubah posisi, dan sebagainya
Memijat atau menggosok pinggang
Mengatur aktivitas dan posisi ibu
Ibu diperbolehkan melakukan aktivitas sesuai dengan kesanggupannya
Posisi sesuai dengan keinginan ibu, namun bila ibu ingin di tempat tidur sebaiknya tidak dianjurkan tidur dalam posisi terlentang lurus
Membimbing ibu intuk rileks waktu his
Ibu diminta menarik napas panjang, tahan napas sebentar, kemudian dilepaskan dengan cara meniup sewaktu his
Menjaga privasi ibu
Penolong tetap menjaga hak privasi ibu dalam persalinan, antara lain menggunakan penutup atau tiraI, tidak menghadirkan orang lain tanpa sepengetahuan dan seizin pasien/ibu
Penjelasan tentang kemajuan persalinan
Menjelaskan kemajuan persalinan, perubahan yang terjadi dalam tubuh ibu, serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil-hasil pemerksaan
Menjaga kebersihan diri
Membolehkan ibu untuk mandi, menganjurkan ibu membasuh sekitar kemaluanya seusai buang air kecil/besar
Mengatasi rasa panas
Ibu bersalin biasanya merasa panas dan banyak keringat, dapat diatasi dengan cara :
Gunakan kipas angin atau AC dalam kamar
Menggunakan kipas biasa
Menganjurkan ibu untuk mandi
Masase
Jika ibu suka, lakukan pijatan/massase pada punggung atau mengusap perut dengan lembut
Pemberian cukup minum
Untuk memnuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi
Mempertahankan kandung kemih tetap kosong
Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin
Sentuhan
Disesuaikan dengan keinginan ibu, memberikan sentuhan pada salah satu bagian tubuh yang bertujuan untuk mengurangi rasa kesendirian ibu selama proses melahirkan
Kebiasaan yang lazim dilakukan pada kala I namun tidak menolong atau bahkan dapat membahayakan :
Tindakan
Deskripsi dan keterangan
Enema ( memompa/urus-urus) sebagai tindakan rutin
Tidak terbukti adanya manfaat. Dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi ibu atau menalukan bagi ibu. Hanya diberikan jika diminta ileh ibu
Mencukur rambut daerah kemaluan sebagai tindakan rutin
Tidak terbukti dapat mengurangi morbiditas puerperal. Mungkin dihubungkan dengan infeksi post partum. Pencukuran dihubungkan dengan ketidaknyamanan karena rambut akan tumbuh kembali dan menyebabkan abrasi minor. Juga menyebabkan ketidaknyamanan bagi ibu atau membuat ibu malu.
Karakteriasi kandung kemih sebagai tindakan rutin
Dihubungkan dengan meningkatnya infeksi saluran kemih
Tidak memberikan makanan dan minuman
Dapat berakibat dehidrasi dan ketosis. Ketosis dihubungkan dengan menurunnya daya kontraksi uterus
Memisahkan ibu dengan orang-orang yang berarti dan pemberi dukungan
Berhubungan dengan besarnya kemungkinan kasis seksio sesarea. Berhubungan dengan besarnya kemungkinan skor Apgar < 7 pada menit ke 5
Posisi terlentang
Dihubungkan dengan penurunan detak jantung dan mungkin dengan penurunan aliran darah uterus. Mengurangi kekuatan kontraksi uterus, frekuensi dan efikasi
Mendorong abdomen
Menyebabkan ibu merasa nyeri, terlebih lagi berbahay bagi bayi dan kaitannya dengan rupture uteri
Mengedan sebelum pembukaan serviks lengkap
Dapat menyebabkan edema serviks dan mungkin robekan serviks
Tindakan yang dilakukan pada kala II :
Tindakan
Deskripsi dan keterangan
Memberikan dukungan terus menerus pada ibu
Kehadiran seseorang untuk :
Mendampingi ibu agar merasa nyaman
Menawarkan minum, mengipasi dan memijat ibu
Menjaga kebersihan diri
Ibu tetap dijaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi
Bila ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan
Mengipasi dan massase
Menambah kenyamanan bagi ibu
Memberkan dukungan mental
Untuk mengurangi kecemasan atau ketakutan ibu, dengan cara :
Menjaga privasi ibu]
Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan
Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterkibatan ibu
Mengatur posisi ibu
Dalam memimpin mengedan dapat dipilih posisi berikut :
jongkok
menungging
tidur miring
setengah duduk
posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri, mudah mngedan, kurangnya trauma vginan dan perieum dan infeksi
Menjaga kandung kemih tetap kosong
Memberi tenaga dan mencegah dehidrasi
Memberikan cukup minum
Ibu dipimpim mengedan selama his, anjurkan kepada ibu untuk mengambil napas. Mengedan tanpa diselingi bernafas, kemungkinan dapat menurunkan pH pada arteri umbilikus yang dapat menyebabkan denyut jantung tidak normal dan nilai Apgar rendah
Bernafas selama persalinan
Minta ibu untuk bernafas selagi kontraksi ketika akan lahir. Hal ini menjaga agar perieum meregang pelan dan mengontrol lahirnya kepala serta mencegah robekan
Pemantauan denyut jantung janin
Pemeriksa DJJ setelah setiap kontraksi untuk memastikan janin tidak mengalami bradikardi (<120). Selama mengedan yang lama, akan terjadi pengurangan aliran darah dan oksigen ke janin
Melahirkan bayi
menolong kelahiran kepala :
letakkan satu tangan ke kepala bayi agar defleksi tidak terlalu cepat
menahan perineum dengan satu tangan lainnya bila diperlukan
mengusap muka bayi untuk membersihkan dari kotoran lendir/darah
periksa tali pusat :
Bila lilitan tali pusat terlalu ketat, diklem pada dua tempat kemudian digunting di antara kedua klem tersebut, sambil melindungi leher bayi
melahirkan bahu dan anggota seluruhnya
tempatkan kedua tangan pada sisi kepala dan leher bayi
lakukan tarikan lembut ke bawah untuk melahirkan bahu depan
lakukan tarikan lembut ke atas untuk melahirkan bahu belakang
selipkan satu tangan anda ke bahu dan lengan bagian belakang bayi sambil menyangga kepala dan selipkan satu tangan lainnya ke punggung bayi untuk mengeluarkan tubuh bayi seluruhnya
pegang erat bayi agar jangan sampai jatuh
Bayi dikeringkan dan dihangatkan dari kepala sampai seluruh tubuh
Setelah bayi segera dikeringkan dan diselimuti dengan menggunakan handuk atau sejenisnya, letakkan pada perut ibu dan berikan bayi untuk menetek
Merangsang bayi
biasanya dengan melakukan pengeringan cukup memberikan rangsangan pada bayi
dilakukan dengan cara mengusap-usap pada bagian punggung atau menepuk telapak kaki bayi
Kebiasaan yang lazim dilakukan dalam kala II tetapi tidak menolong atau bahkan membahayakan :
Tindakan
Deskripsi dan keterangan
Kateterisasi secara rutin
Tindakan kateterisasi dapat mengakibatkan lecet, sehingga meningkatkan resiko terjadinya infeksi saluran kencing
Menekan fundus dengan tangan
Tindakan ini hanya akan membuat rasa nyeri pada ibu, tapi tidak membantu dalam kelahiran bayi, bahkan dapat menyebabkan ruptura uteri
Mengejan dengan posisi terlentang
Dapat menekan aorta distal dan menurunkan aliran darah ke uterus dan ekstremiktas bagian bawah. Dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah dan ibu ke janin
Mengedan dengan menahan nafas panjang
Dapat menyebabkan hipoksia janin intrauterin
Episiotomi sebagai tindakan rutin
Tidak jelas keuntungannya dalam pencegahab perlukaan daerah perineum. Dapat menyebabkan pengeluaran darah lebih banyak. Tidak melindungi bayi dari perdarahan intrakranial atau asfiksia intrapartum. Dapat meningkatkan resiko keruisakan sfingter pada ibu, luka perineum lebih dalam dan resiko penyembuhan luka kurang baik 
Memutar leher bayi
Kemungkinan dapat melemahkan syaraf brachial
Melakukan rangsangan berlebihan
Menepuk-nepuk tubuh bagia belakang atau lainnya dapat menyebabkan memar. Menekan iga dapat menyebabkan fraktur, pneumaothoraks, respiratory distress, merapatkan paha keperut dapat menyebabkan ruptur pada hati dan limpa. Menggunakan kompres panas dan dengan memercikan air atau alkohol, atau mencelupkan ke dalam air dingin atau panas dapat menyebabkan hipotermia, hipertermia, atau terbakar  
Menghisap lendir terlalu lama, dalam dan kuat
Ada hubungannya dengan aritmia ajntung, spasme laring, dan vasospasme arteria pulmonalis dan gangguan menhisap
Membiarkan bayi basah atau tidak diselimuti
Dapat menyebabkan hipotermia
Tidak mmenghadirkan orang-orang yang berarti bagi ibu
Ibu yang selalu ditemani oleh orang terdekatnya biasanya masa persalinannya tidak lama, sedikit yang dioperasi, dan menghindarkan depresi pasca persalinan
Posisi litotomi atau terlentang saat melahirkan
Posisi terlentang dapat menurunkan aliran darah ke uterus, sehingga mengurangi kekuatan dan frekuensi kontraksi uetrus. Saat mengedan kadang-kadang mengalami kram kaki, sehingga posisi litotomi membujat rasa kurang nyaman
SELAMAT BELAJAR SEMOGA SUKSES



Tidak ada komentar:

Posting Komentar