Kamis, 02 Januari 2014

KONSEP DASAR ASKEB II PADA IBU BERSALIN

PADA AKHIR PEMBELAJARAN MAHASISWA AKAN MENDAPATKAN:
  • Pengertian persalinan
  • Sebab-sebab mulainya persalinan
  • Tahapan persalinan (kala I,II,III, IV)
  • Tujuan asuhan persalinan
  • Tanda-tanda persalinan
BEBERAPA PENGERTIAN DARI PERSALINAN
  1. Partus, adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar
  2. Partus imaturus, adalah proses pengeluaran hasil konsepsi kurang dari > 20 minggu < 28 minggu dengan berat janin antara 500-1000 gram
  3. Partus prematurus, adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup tapi belum aterm (cukup bulan) dg usia kehamilan antara 28-36 minggu dan berat janin antara 1000-2500 gram
  4. Partus postmaturus/serotinus,  adalah partus yg terjadi pada usia kehamilan 40-42 minggu
  5. Gravida, adalah wanita yang sedang hami
  6. Primigravidaadalah wanita yang hamil pertama kali
  7. Para, adalah wanita yang pernah melahirkan bayi yang dapat hidup (viable)
  8. Nulipara, adalah wanita yang belum pernah melahirkan bayi yang viable untuk pertama kali.
  9. Multipara/pleuripara, adalah wanita yang pernah melahirkan bayi yang viable untuk beberapa kali
  10. Abortus adalah keluarnya hasil konsepsi sebelum janin viabel, berat janin < 500 gram dan UK < 20 minggu
  11. Inpartu adalah seorang wanita yang sedang dalam keadaan persalinan.
  12. Partus abnormal adalah persalinan dimana bayi dilahirkan pervaginan, dengan cunam, vakum, versi ekstraksi, dekapitasi, embriotomi, dsb
  13. Persalinan/partus normal adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik ibu maupun janin.
  14. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (bayi, plasenta, selaput ketuban) darirahim ibu, persalinan dianggap normal jika prosesnya terajadi padaUK >37mgg tanpa adanya penyulit
JENIS-JENIS PERSALINAN
  • PARTUS BIASA (NORMAL) Disebut juga partus spontan adalah proses lahirnya bayi pada letak belakang kepala dgn tenaga ibu sendiri tanpa bantuan alat serta tidak melukai ibu dan bayi yg umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.
  • PARTUS BUATAN Proses lahirnya bayi dibantu dgn tenaga dari luar, misalnya ekstraksi dgn forcep atau operasi section caesarea.
  • PARTUS ANJURAN Pd umumnya persalinan terjadi bila bayi sudah cukup besar untuk hidup diluar. Tetapi tidak sedemikian, kadang-kadang persalinan tidak dimulai dgn sendirinya, tetapi baru berlangsung setelah pemecahan ketuban, pemberian pitocin atau prostaglandin.


TEORI TENTANG SEBAB-SEBAB MULAINYA PERSALINAN (FENOMENA PERSALINAN):


  1. TEORI PENURUNAN HORMON
    Satu sampai 2 minggu sebelum persalinan mulai terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Progesteron mengakibatkan relaksasi otot-otot rahim, sebaliknya estrogen meninggikan kerentanan otot rahim
  2. TEORI OXYTOCIN
    Pada akhir kehamilan kadar oxcytocin berkurang, oleh karena itu timbul kontraksi otot-otot rahim
  3. KEREGANGAN OTOT-OTOT
    Pada akhir kehamilan kadar oxcytocin berkurang, oleh karena itu timbul kontraksi otot-otot rahim
  4. PENGARUH JANIN
    Hypofise dan kelenjar suprarenal janin rupa-ruoanya juga memegang peranan oleh karena pada anencephalus kehamilan sering lebih lama dari biasa
  5. TEORI PROSTAGLANDIN
    Prostaglandin yang dihasilkan oleh decidua diperkirakan menjadi salah satu penyebab permulaan persalinan
  6. TEORI PLASENTA MENJADI TUA
    Plasenta fungsinya menjadi menurun sehingga kadar estrogen dan progesteron menurun berdampak pada timbulnya kontraksi uterus
  7. TEORI DESTENSI RAHIM
    Akibat uterus yang meregang terjadi iskhemia otot-otot rahim akhirnya terjadi gangguan sirkulasi ueteroplasentair
  8. TEORI IRITASI MEKANIK
    Plexus frankenhauser ditekan dan digeser oleh kepala janin akibatnya terjadi kontraksi uterus
  9. TEORI HYPOKRATES
    Nutrisi yang menurun menyebabkan fungsi plasenta juga menurun sehingga hasil konsepsi dikeluarkan
TAHAPAN PERMULAAN PERSALINAN
  1. Lightening atau settling atau droping yaitu kepala turun memasuki PAP terutama pada primigravida
  2. Perut kelihatan lebih besar, fundus uterus turun
  3. Perasaan sering kencing (Polakisuria) karena kandung kencing tertekan oleh bagian terendah janin
  4. Perasaan sakit perut dan pinggang oleh karena adanya kontraksi-kontraksi lemah dari uterus, kadang disebut “False Labour Pains”
  5. Servik menjadi lembek, mulai mendatar dan sekresinya bertambah bisa bercampur darah (Bloody Show)
PROSES PERSALINAN TERDIRI DARI 4 KALA :
  1. Kala I atau pembukaan, Dimulai dari his persalinan yang pertama sampai pembukaan cervix menjadi lengkap
  2. Kala II atau pengeluaran, Dimulai pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi
  3. Kala III atau kala uri, Dimulai lahirnya bayi sampai lahirnya placenta
  4. Kala IV atau kala nifas, Mulai dari lahirnya placenta sampai 1-2 jam
KALA I ATAU KALA PEMBUKAAN
  1. Inpartu dimulai dengan keluarnya lendir bercampur darah (Bloody Show) karena servix mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (effacement) yang tadinya ostium uteri eksternum berupa suatu lubang dengan beberapa milimeter menjadi lubang yang dapat dilalui anak (± 10 cm) atau pembukaan lengkap
  2. Kala I dibagi 2 fase yaitu ; Fase Latent dan Fase Aktif
  3. Fase Latent meliputi : Pembukaan servix < 3 cm, Servix membuka secara perlahan-lahan,  Fase laten tidak > 8 jam pada primi dan 6 jam pada multi
  4. Fase Aktif berlangsung selama 6 jam dan dibagi 3 periode :
    • Akselerasi (percepatan), berlangsung 2 jam, pembukaan bertambah cepat    dari 3-4 cm
    • Dilatasi maksimal (kemajuan maksimal), selama 2 jam pembukaan berlangsung cepat dari 4-9 cm
    • Deselerasi (kurangnya kecepatan), berlangsung lambat dalam 2 jam,  sampai pembukaan menjadi lengkap
PERUBAHAN PADA UTERUS DAN JALAN LAHIR DALAM PERSALINAN
  1. Pada kehamilan yang lanjut uterus terbagi menjadi :
    • SEGMENT ATAS RAHIM (SAR) / Corpus Uteri
    • SEGMENT BAWAH RAHIM (SBR) / Isthmus Uteri
  2. Pada persalinan :
    • SAR : Peranan akltif, Dinding tebal, Berkontraksi mendorong anak  keluar
    • SBR : Peranan Pasif, Dinding makin tipis dan regang, Relaksasi dan dilatasi (servix) menjadi saluran tipis dan regang
PERUBAHAN PADA UTERUS DAN JALAN LAHIR DALAM PERSALINAN

  1. Batas antara SAR dan SBR semakin jelas/”Lingkaran Retraksi Fisiologis”
  2. Bila SBR sangat diregang menjadi lingkaran retraksi lebih jelas dan naik mendekati pusat disebut “Lingkaran Retraksi Patologis/Lingkaran Bandl” sebagai ancaman rebekan rahim, terjadi jika bagian depan anak tidak dapat maju karena CPD/Cephalo Pelvix Disproportion, yang terlebih dulu didahului oleh RUI (Ruptura Uteri Iminent)
  3. PERUBAHAN PADA CERVIX :
    • PENDATARAN (EFFACEMENT), pemendekan dari kanalis servikalis, semula saluran yg panjangnya 1-2 cm menjadi suatu lubang dengan pinggir yg tipis.
    • PEMBUKAAN, Pembesaran dari ostium uteri eksternum yg tadinya berupa lubang dengan diameter beberapa mm menjadi lubang dengan diameter 10 cm. 

MEKANISME PERSALINAN PRESENTASI BELAKANG KEPALA
Dibagi beberapa tahap: Turunnya kepala, Fleksi, Putaran paksi dalam, Ekstensi, Putaran paksi luar, Ekspulsi
  1. TURUNNYA KEPALA, MASUKNYA KEPALA DALAM PAP (PINTU ATAS PANGGUL).
    • Pada primigravida terjadi bulan terakhir dari kehamilan sedangkan pada multigravida baru terjadi pada permulaan persalinan.
    • Masuknya kepala ke dalam PAP biasanya dengan sutura sagitalis melintang dan dengan  fleksi yg ringan
    • SYNCLITISMUS, sutura sagitalis terdapat ditengah-tengah jalan lahir yaitu tepat diantara symphisis dan promontorium. Os parietale depan dan belakang sama tingginya
TAHAP MEKANISME PERSALINAN PRESENTASI BELAKANG KEPALA
  1. Majunya Kepala, Pada primigravida majunya kepala terjadi setelah        kepala masuk ke dalam rongga panggul dan biasanya baru mulai pada kala II. Pada Multigravida sebaliknya majunya kepala dan masuknya kepala dalam rongga panggul terjadinya bersamaan. Majunya kepala ini bersamaan dengan gerakan-gerakan yang lain-lain. Majunya kepala terjadi karena :
    • Tekanan cairan intrauterin
    • Tekanan langsung oleh fundus pada bokong
    • Kekuatan mengejan
    • Melurusnya badan anak oleh perubahan bentuk rahim
  2. FLEKSI, Keuntungannya diameter sub occyput frontalis 11 cm diganti diameter sub occyput bregmatika 9,5 cm disebabkan karena anak didorong maju dan sebaliknya mendapat tahanan dari pinggir PAP, cervix, dinding panggul atau dasar panggul.
  3. PUTARAN PAKSI DALAM
    • Pemutaran dari bagian depan sedemikian rupa sehingga bagian terendah dari bagian depan memutar ke depan tepat di bawah symphisis
    • Presentasi belakang kepala dg UUK yang akan memutar kedepan kebawah symphisis
    • Mutlak diperlukan sebagai usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan jalan lahir
    • Putar paksi dalam tidak akan terjadi sebelum kepala sampai Hodge III (spina iskhiadika) kadang-kadang setelah kepala sampai dasar panggul
  4. EKSTENSI, Setelah putar paksi selesai dan kepala sudah didasar panggul, terjadilah ekstensi atau defleksi dari kepala. Hal ini disebabkan karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah kedepan dan atas, sehingga kepala harus megadakan ekstensi untuk melaluinya. Kalau tidak terjadi ekstensi kepala akan tertekan pada perineum dan menembusnya. Sub Ocxyput menjadi pusat pemutaran (HYPOMOCHLION)..
  5. EKSPULSI, Setelah bahu depan sampai dibawah symphisis dan menjadi HYPOMOCHLION untuk kelahiran bahu belakang kemudian bahu depan menyusul dan seluruh badan anak lahir.
KALA II (PENGELUARAN JANIN)
Adalah kala dimulai ketika pembukaan lengkap dan berakhir dengan lahirnya seluruh badan janin.
  1. Tanda dan gejala kala II
    • His terkorodinir, kuat, cepat, dan lebih lama ± 2-3 menit sekali
    • Ibu ingin mengejan atau meneran
    • Perineum menonjol
    • Vulva dan anus membuka
    • Meningkatnya pengeluaran darah dan lendir
    • Kepala telah turun didasar panggul
  2. Diagnosis pasti persalinan bila saat dilakukan pemeriksaan dalam didapatkan:
    • Pembukaan lengkap
    • Kepala terlihat pada introitus vagina
    • Kala II pada primi 1- 1½ jam
    • Kala II pada multi ½-1 jam
KALA III/KALA URI
Adalah kala yang dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya placenta
  • Tanda-tanda pelepasan plasenta :
    • Bentuk uterus menonjol diatas symphisis, bundar/globuler dan keras
    • Tali pusat memanjang
    • Keluar darah tiba-tiba
  • CARA LEPASNYA PLACENTA :
    • SCHULTZE
      • Pelepasan plasenta dimulai pada bagian tengah plasenta
      • Cara yang paling sering dijumpai
      • Perdarahan tidak ada sebelum plasenta lahir dan banyak setelah plasenta lahir
    • DUNCAN
      • Pelepasan plasenta dimulai dari pinggir plasenta
      • Sering terjadi pada plasenta letak rendah
      • Darah akan mengalir keluar antara selaput ketuban
    • Lepasnya plasenta berkisar 30 menit atau ½ jam sesudah anak lahir
KALA IV (KALA 2 JAM POST PARTUM)
Kala IV adalah masa 2 jam setelah plasenta lahir

TUJUAN ASUHAN PERSALINAN
  1. Adanya kemajuan persalinan normal, ibu dan janin baik
  2. Ekspresi klien puas baik verbal atau non verbal
  3. Ungkapan klien kooperatif selama persalinan
  4. Status hidrasi adekuat
  5. Ibu mampu beradaptasi terhadap keadaannya
  6. Distensi kandung kencing tidak terjadi
  7. Adanya partisipasi dukungan antara keluarga dan petugas kesehatan
  8. Sirkulasi utero plasentair lancer
  9. Ibu merasa nyaman
TANDA-TANDA INPARTU
(MOCHTAR, R, 1990)
  1. His datang lebih kuat, sering dan teratur, his adekuat dan harus teratur. Minimal 2 kali tiap 10 menit dan berlangsung selama 40 detik. Nyeri memancar dari pinggang keperut bagian bawah.
  2. Uterus mengeras saat kontraksi, sehingga tidak didapatkan cekungan lagi bila dilakukan tekanan fundus dengan ujung jari (Fundal Dominant).
  3. Peac meaker his pada cornu uteri kanan dan kiri.
  4. Servix membuka, keluar darah bercampur lendir yang lebih banyak karena robekan-robekan kecil pada servix.
  5. Kadang- kadang ketuban pecah dengan sendirinya (secara alami/urtificial, atau buatan/amniotomi).
  6. Pada pemeriksa dalam penipisan dan pembukaan servix sekurang-kurangnya 3 cm.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar