Rabu, 01 Januari 2014

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN (Pasanger )

Pasanger (Janin, Plasenta, Ketuban).
TULANG YANG MEMBENTUK KEPALA BAYI
  1. BAGIAN MUKA, TERDIRI DARI:
    1. Tulang hidung (Os Nasale)
    2. Tulang pipi (Os Zigomaticus)
    3. Tulang rahang atas (Os Maxilaris)
    4. Tulang rahang bawah (Os Mandibularis)
  2. BAGIAN TENGKORAK
    1. Tulang dahi (Os Frontale)
    2. Tulang ubun-ubun (Os Parietale)
    3. Tulang pelipis (Os Temporale)
    4. Tulang belakang kepala (Os Oksipitalis)
Bagian ini sangat penting karena pada persalinan biasanya bagian tengkorak yang paling depan.

SUTURA
  • Antara tulang-tulang tersebut terdapat sela tengkorak (sutura) yang pada janin memungkinkan terjadinya pergeseran/moulage
  • Sutura yang harus dikenal adalah :
    • Sutura Sagitalis (sela panah) antara kedua Os Parietale
    • Sutura Coronaria (sela mahkota) antara os frontale dan Os Parietale
    • Sutura Lamdoidea, antara Os Oksipitale dan kedua Os Parietale
    • Suruta Frontalis, antara Os Frontale kanan dan kiri
UBUN-UBUN, ada dua:
  • Ubun-Ubun Besar (Fontanela Mayor)

Ubun-ubun besar merupakan lubang dalam tulang tengkorak yang berbentuk segi empat menyerupai kepala panah, sudut depan yg runcing  menunjuk kearah muka anak, dan sudut belakang tumpul
  • Merupakan pertemuan antara 4 sutura yaitu :
    • Sutura sagitalis
    • Sutura frontalis
    • Sutura coronaria kanan, dan
    • Sutura coronaria kiri
  • Ubun-Ubun Kecil (Fontanela Minor), dibentuk oleh pertemuan 3 sutura yaitu :
    • Sutura sagitalis
    • Sutura lamdoidea kanan, dan
    • Sutura lamdoidea kiri
UKURAN KEPALA BAYI
  1. Ukuran Muka Belakang
    1. Diameter Sub Occipito Bregmatica (SOB). Dari Foramen Magnum menuju ubun-ubun besar (UUB), ukurannya 9,5      cm, ukuran kepala terkecil, kepala anak hyperfleksi/fleksi maksimal pada letak belakang kepala.
    2. Diameter Fronto Occipito (FO). Dari puncak hidung ketitik terjaun belakang kepala, ukurannya 12 cm, pada letak puncak kepala.
    3. Diameter Sub Occipito Frontalis (SOF). Dari foramen magnum ke pangkal hidung, ukurannya 11 cm, pada letak fleksi sedang.
    4. Diameter Mento Occipito (MO). Dari dagu ke titik terjauh belakang kepala, ukurannya 13,5 cm merupakan ukuran terbesar, pada letak dahi.
    5. Diameter Sub Mento Bregmatica (SMB). Dari dagu (Os Hyoid) ke ubun-ubun besar (UUB), ukurannya 9,5 cm pada letak muka.
  2. Ukuran Melintang
    1. Diameter Biparietalis (9 cm). Ukuran terbesar antara ke-2 Os Parietale pada letak belakang kepala, ini      merupakan ukuran muka belakang dari PAP (Conjugata Vera).
    2. Diameter Bitemporalis. Jarak terbesar antara sutura coronaria pada letak defleksi melalui conjugata vera. 
  3. Ukuran lingkaran
    1. Circumverentia SOB : 32 cm (lingkaran kecil kepala).
    2. Circumverentia FO : 34 cm (lingkaran sedang kepala, pada presentasi puncak kepala).
    3. Circumverentia MO : 35 cm (lingkaran besar kepala).
MOULAGE (BACA MOULASE)
Adanya membran pada sutura dan fontanela di kepala janin memungkinkan kepala berubah bentuk dengan jalan penyisipan os parietalis serta os oksipitalis dan os frontalis dibawah os parietalis

CAPUT SUCCEDANEUM
Pembengkakan kulit kepala setempat yang terbentuk dari efusi serum. Tekanan pada lingkaran servic menyebabkan obstruksi darah balik sehingga kulit kepala bayi yang terlihat di dalam servic menjadi odematus. Caput terbentuk pada persalinan dan setelah ketuban pecah

CEPHAL HEMATOM
- Adalah perdarahan yang terjadi dibawah periosteum satu/lebih tulang tengkorak kepala
- Hematoma terletak pada satu/kedua os parietal bentuk mirip caput succedaneum
- Disebabkan oleh trauma tulang kepala :
  1. Tekanan pada kepala yang lama terhadap servic, perineum, atau os pubis
  2. Trauma karena daun forcep
  3. Rotasi kepala secara manual yang sulit
  4. Kompresi dan relaksasi yang cepat dari kekuatan yang bekerja pada janin (partus precipitatus)

PERBEDAAN CAPUT SUCCEDANEUM DAN CEPHAL HEMATOM
Jika CAPUT SUCCEDANEUM
- Sudah ada waktu lahir
- Diatas periosteum, berisi serum
- Teraba lunak, ada lekukan ditekan
- Pembengkakan merata
- Terletak diatas sutura dan melewatinya
- Bisa berubah-ubah letaknya, mencari tempat yang terendah
- Ukuran terbesar saat lahir dan menghilang setelah 24-36 jam
Jika CEPHAL HEMATOM
- Belum timbul untuk beberapa jam setelah kelahiran
- Dibawah periosteum, berisi darah
- Berbatas tegas
- Teraba pada satu tulang, tidak melewati sutura
- Tempatnya tetap, tidak berubah-ubah
- Timbul setelah beberapa jam dan bertambah lama dan baru hilang 6-12 minggu

HUBUNGAN ANTARA JANIN DAN PANGGUL
- Sikap/habitus : Letak bagian anak satu terhadap yang lain (flexi atau deflexi)
- Letak/situs : Letak sumbu panjang anak terhadap sumbu panjang ibu (membujur atau melintang)
- Posisi/kedudukan : Letak salah satu bagian anak yang tertentu terhadap dinding perut atau jalan lahir
- Presentasi : Bagian apa yang terenedah (presentasi kepala, bokong)

LETAK BAYI DALAM RAHIM
LETAK MEMBUJUR
A.   Kepala
       - Flexi : letak belakang kepala, indikator UUK (SOB : 9,5 cm)
       - Deflexi :
          a. Puncak Kepala : letak puncak kepala, indikator UUB (FO : 11,5 cm)
          b. Dahi : indikator UUB (MO : 13,5 cm)
          c. Muka : indikator dagu (SMB : 9,5 cm)      
B.   Bokong
      - Letak bokong
      - Letak bokong sempurna
      - Letak bokong tidak sempurna
LETAK MELINTANG
a. Menurut posisi kepala : kepala kanan, kepala kiri                          
b. Menurut arah punggung     
    - Punggung depan (dorso anterior)
    - Punggung belakang (dorso posterior)
    - Punggung atas (dorso superior)
    - Punggung bawah (dorso inferior)
c. Presentasi bahu, indikator scapula
    -  Bahu kanan
    -  Bahu kiri
d. Tangan menumbung
    -  Tentukan : tangan kanan atau kiri
    -  Indikator axilla : ketiak menutup/membuka ke kanan atau kekiri 


ENGAGEMENT
-       Terjadi apabila diameter terbesar bagian terendah janin telah melewati PAP
-       Presentasi kepala, diameter terbesar adalah biparietale
-       Presentasi bokong, diameter trochanterica
-       Kepala sudah engaged berarti bagian terendah janin yg keras ada di/hampir mencapai bidang yg melaluiu spina
-       Floating adalah keadaan bagian terendah seluruhnya masih berada di luar panggul dan dapat bebas di gerakkan di atas PAP
-       Dipping adalah bagian terendah janin telah melewati PAP tapi engagemet belum terjadi


STATION
-   Adalah hubungan antara bagian terendah janin dengan khayal yang ditarik antara kedua spina

URI ATAU PLACENTA
-       Adalah alat yang sangat penting bagi janin karena merupakan alat pertukaran zat antara ibu dan janin
-       Pada akhir kehamilan plasenta berbentuk cakram, diameter 15-20 cm, tebal 2-3 cm, berat ± 500 gram, letak pada dinding rahim depan atau belakang dekat fundus uteri
-       Plasenta atau uri terbentuk lengkap pada kehamilan 16 minggu, dimana ruang amnion mengisi rongga rahim
-       Permukaan maternal yang menghadap ke ibu/rahim
a.       Menghadap ke dinding rahim
b.      Warna merah tua, terbagi celah-celah
c.       Celah ini tadinya terisi oleh septa/sekat yang berasal dari jaringan ibu
d.      Dari celah ini plasenta terbagi 16-20 cotyledon          
-       Permukaan foetal yang menghadap ke janin
a.       Menghadap kejanin
b.      Warna keputihan, licin tertutup amnion
c.       Dibawah amnion nampak pembuluh darah
    d.      Terdapat tali pusat          

TIPE URI ATAU PLACENTA MANURUT BENTUKNYA
- Plasenta normal
- Plasenta membranasea (tipis)
- Plasenta suksenturiata/1 lobus terpisah disamping plasenta normal ada plasenta yang terpisah pembuluh    darah
- Plasenta bilobus (2 lobus)
- Plasenta trilobus (3 lobus)

URI ATAU PLACENTA MENURUT PERLEKATAN PADA DINDING RAHIM
- Plasenta adhesiva (melekat)
- Plasenta akreta (lebih melekat)
- Plasenta inkreta (sampai otot polos)
- Plasenta perkreta (sampai serosa)

FUNGSI URI ATAU PLACENTA
-       Nutrisi atau pemberian makanan pada janin
-       Respirasi, penyalur O2 dan pembuang CO2
-       Ekskresi, alat pengeluaran sampah metabolisme
-       Imunisasi, alat penyalur antibodi ke janin
-       Barier, alat yang menyaring obat-obat yang bisa atau tidak melewati uri
-       HCG, Human Chorionik Gonadotropin
-       Chorionik Somamotropin atau plasenta lactogen
-       Estrogen
-       Progesteron
-       Chorionik Thyrotropin dan Relaxin


KELAINAN URI ATAU PLACENTA
1.    Insersio marginalis, tali pusat tertanam dipinggir plasenta
2.    Insertio velamentosa, tali pusat tertanam di selaput janin. Bila kebetulan bagian selaput janin yg mengandung pembuluh darah berada di kutub bawah (vasa previa), maka pada saat ketuban pecah kemungkinan ada pembuluh darah yang putus akan terjadi perdarahan dari janin dan dapat menyebabkan kematian pada janin
3.    Plasenta fenestra, plasenta yang berlubang


AIR KETUBAN ATAU LIQUOR AMNII, CIRI-CIRI AIR KETUBAN :
- Volume air ketuban yg normal 1000-1500 cc
- 2 liter disebut polyhidramnion
- < 500 cc disebut Olygohidramnii
- Reaksi alkalis
- Berat jenis 1.007-1.025
- Bau anyir/khas amin
- Warna putih agak keruh

KOMPOSISI LIQUOR AMNII
- Sebagian besar air (99%)
- Transudat darah ibu
- Sekresi epithel amnion
- Campuran 1,2,3

FAAL AIR KETUBAN
-       Proteksi janin
-       Mencegah perlekatan antara janin dan amnion
-       Agar janin dapat bergerak dengan bebas
-       Regulasi terhadap panas dan perubahan suhu
-       Mungkin menambah suplay cairan janin, dengan cara ditelan atau diminum dan dikeluarkan lewat kencing janin
-       Meratakan tekanan intra uterin dan membersihkan jalan lhir bila ketuban pecah


PEREDARAN AIR KETUBAN
-       Peredaran air ketuban terjadi antara lain janin menelan air ketuban kemudian dikeluarkan lewat kencing janin
-       Bila janin tidak menelan air ketuban akan terjadi hydramnion (terdapat6 pada anencephalus, spina bifida, korio angioma serta agenesis ginjal bawaan)
-       Janin menelan 8-10 cc/100% tiap jam
-       Peredaran air ketuban dengan darah ibu cukup lancar, perputaran cepat 350-500 cc


AIR KETUBAN UNTUK DIAGNOSIS (dengan amniocentesis untuk mengetahui)
- Jenis kelamin
- Golongan darah         
- Rhesus
- Maturasi janin

CARA MENGENALI AIR KETUBAN
- Lakmus : ketuban lakmus biru tetap biru, jika ur4ine lakmus biru jadi merah
- Makroskopis : bau amis, ada lanugo, rambut dan vernix caseosa bercampur dengan mekoneum
- Mikroskopis : lanugo dan rambut
- Laboratoris : kadar urea rendah dibanding air kencing



Tidak ada komentar:

Posting Komentar